A Little Pray

Tuhan. Di malam yang hening ini, sebelum mata ini terpejam, sebelum semua realitas meredup dan mimpi-mimpi terlihat sangat nyata. Aku ingin mengucap harapan dan keinginan yang terangkai menjadi doa sederhana tanda ketidak berdayaanku

Tuhan. Aku mengucap doa. Sebutir doa dari ratusan harapan yang aku ajukan kepada-Mu. Harapan yang sama, harapan untuk dia, sebuah harapan sederhana penuh makna yang selalu aku panjatkan setiap malamnya.

Tuhan. Biarkanlah dia tersenyum dalam mimpinya. Aku tidak meminta kau memberikan mimpi terbaik untuknya. I just hope a dream that can make she shining his smile in her sleep. Just a little shining smile. Dan saat dia terbangun, buatlah senyum indah itu abadi diwajah cantiknya. Because i  love that smile

Ameen

Advertisements

Suasana Malam

Masih terjaga. Gerakan beberapa orang dari layar kaca menjadi satu-satunya sumber cahaya mencolok malam itu. Ditemani oleh para jangkrik liar belakang rumah yang aktif untuk bersenandung meramaikan malam yang hening. Beberapa ikan peliharaan pun masih sibuk menari menghibur tuannya disinari biru redupnya lampu akuarium. Segelas minuman penuh cafein dan beberapa kawan hidangan pengisi waktu luang terhampar rapih diatas karpet. Sesekali terdengar sang handphone mengalunkan nada-nada familiar mengisyaratkan orang tersayang masih dalam keadaan yang tidak jauh berbeda.

Seakan lupa akan rutinitas esok pagi, si mata melirik jam dinding dan mengacuhkannya tak peduli. Leher masih berupaya menopang sang kepala. Para jari berlarian mencari huruf diatas handphone. Mulut tak hentinya melumatkan kudapan malam. Bagaikan bos besar, otak memaksa mereka terus bekerja. Sampai pada satu titik kemuakan saat semua perlahan memudarkan kinerjanya sedikit demi sedikit. Meredup. Menghilang. Dan akhirnya, berhenti terjaga.